Berkala Kedokteran Tahun 2005 September, Volume 4, Nomor 2



Daftar Isi :

  • Tingkat Representatif Pengambilan Pap-Smear oleh Dokter Kandungan dan Kebidanan di Kalimantan Selatan
    Suka Dwi Rahardja, Agung Biworo
    Abstrak
    Bagian Patologi Anatomi FK-Unlam/RSUD Ulin Banjarbaru, Bagian Farmakologi FK-Unlam

    Tingkat representatif pengambilan Pap smear sangat mempengaruhi keberhasilan dari program deteksi dini kanker leher rahim. Pada beberapa kepustakaan disebutkan bahwa tingkat representatif adalah 80%. Penelitian ini untuk mengetahui tingkat representatif hasil pengambilan Pap smear di Kalimantan Selatan, khususnya oleh tenaga dokter ahli kebidanan dan kandungan. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif retrospektif. Dari 54 kasus Pap smear  yang diambil oleh dokter ahli kebidanan dan kandungan, hanya 26 kasus (48%) yang representatif. Dari 51 kasus Pap smear yang diambil oleh bukan dokter ahli kebidanan dan kandungan hanya 7 kasus (14%) yang representatif. Dari keseluruhan kasus (105 kasus), hanya 33 kasus (31%) yang representatif. Terdapat perbedaan yang bermakna antara  tingkat representatif hasil pengambilan Pap smear oleh dokter ahli kebidanan dan kandungan dengan hasil pengambilan oleh bukan dokter ahli kebidanan dan kandungan.

    Kata-kata kunci = kanker leher rahim, Pap smear, tingkat representatif, sel endoserviks, sel metaplastik

  • Hubungan Status Gizi dengan Lama Rawat Inap pada Penderita Demam Tifoid di Ruang Rawat Inap SMF Ilmu Kesehatan Anak RSUD Ulin Banjarmasin Tahun 2004
    Edi Hartoyo, Ihya Ridlo Nizomy, Aulia Rahmatina Sofia
    Abstrak
    Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK-Unlam/RSUD Ulin Banjarmasin, Bagian Fisiologi FK-Unlam

    Lama perawatan penderita demam tifoid di rumah sakit sangat bervariasi bergantung pada kondisi dan gizi penderita serta adanya komplikasi selama perjalanan penyakit. Keadaan kurang gizi (malnutrisi) dapat meningkatkan keparahan penyakit sehingga masa penyembuhan menjadi lama.  Status gizi merupakan gambaran umum tentang kesehatan tubuh. Salah satu indikator  status gizi adalah antropometri berdasarkan berat badan menurut umur (BB/U).  Dalam upaya untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan lama rawat inap, telah dilakukan penelitian observasional analitik terhadap status gizi dan lama rawat inap di ruang rawat inap unit kesehatan anak RSUD Ulin Banjarmasin. Data penelitian berasal dari rekam medis penderita demam tifoid yang dirawat di ruang rawat inap SMF kesehatan anak periode 1 Januari – 31 Desember 2004.  Data yang memenuhi kriteria inklusi penelitian sebanyak 48. Kemudian data hasil penelitian di analisis dengan Uji Kai-Kuadrat dengan taraf kepercayaan 95% untuk mengetahui hubungan status gizi dengan lama rawat inap.  Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan  antara status gizi dengan lama rawat inap di ruang rawat inap SMF kesehatan anak RSUD Ulin Banjarmasin (p < 0,05).

    Kata-kata kunci = demam tifoid, status gizi, lama rawat inap

  • Efek Pemberian Ekstrak Metanol Akar Pasak Bumi terhadap Berat Testis dan Diameter Tubulus Seminiferus pada Mencit Jantan
    Lena Rosida, Syamsul Arifin
    Abstrak
    Bagian Histologi FK-Unlam

    Penelitian pada hewan coba membuktikan bahwa ekstrak akar pasak bumi (PB) dapat meningkatkan spermatogenesis di tubulus seminiferus. Oleh karena dinding tubulus seminiferus sebagian besar dibentuk oleh sel spermatogenik dan tubulus seminiferus menempati 60-80% total volume testis, maka peningkatan spermatogenesis diduga akan mempengaruhi diameter tubulus seminiferus dan berat testis. Penelitian ini bertujuan membuktikan bahwa pemberian ekstrak metanol akar PB dapat mempengaruhi berat testis dan diameter tubulus seminiferus mencit. Rancangan penelitian adalah randomized posttest only control group design. Sampel penelitian adalah 27 mencit jantan dewasa, dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu K: diberi aquadest 0,5 ml/hr, P1: diberi ekstrak metanol akar PB 200 mg/kgBB/hr, P2: diberi ekstrak metanol akar PB 500 mg/kgBB/hr. Setelah 52 hari perlakuan, testis diambil dan ditimbang dengan timbangan analitik, selanjutnya dibuat sediaan histologis dengan pewarnaan Periodic Acid Schiff (PAS). Data berat testis dianalisis dengan Kruskall Wallis, sedangkan diameter tubulus seminiferus dianalisis dengan Anova. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak metanol akar PB 200 mg/kgBB/hr dan 500 mg/kgBB/hr selama 52 hari dapat mempengaruhi diameter tubulus seminiferus tetapi tidak mempengaruhi berat testis.

    Kata-kata kunci = pasak bumi, testis, tubulus seminiferus

  • Efek Antiinflamasi Infus Batang Brotowali (Tinospora crispa (L) Miers) terhadap Penghambatan Edema pada Tikus Putih (Rattus norvegicus)
    Nur Qamariah, Isnaini, Asna Nasiqah
    Abstrak
    Bagian Farmakologi FK-Unlam

    Batang tanaman ini sering digunakan sebagai antiinflamasi pada penyakit arthritis.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiinflamasi batang brotowali pada telapak kaki tikus putih yang diradangkan.  Subyek penelitian terdiri dari 24 ekor tikus putih betina berumur 2 bulan dengan berat 150-170 gram.  Penelitian ini bersifat eksperimental sederhana, terdiri atas 6 perlakuan dengan 4 kali pengulangan.  Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pemberian infus batang brotowali menimbulkan efek antiinflamasi, ditandai dengan ukuran edema yang berbeda secara makna pada uji Anova (p < 0,05). Efek antiinflamasi paling kuat di antara seluruh kelompok perlakuan yang diberi infus batang brotowali adalah kelompok perlakuan I (0,144 mg/gBB tikus putih) yaitu sebesar 1,04 cm³.  Pada perlakuan II (0,288 mg/gBB tikus putih), edema terjadi sebesar 1,60 cm³ dan pada perlakuan III (0,576 mg/gBB tikus putih), edema terjadi sebesar 1,69 cm³. Pada perlakuan IV (1,152 mg/gBB tikus putih), edema terjadi sebesar 1,88 cm³, sedangkan kontrol (+) (fenilbutazon 0,1 mg/gBB tikus putih), dan kontrol (-) (NaCl 0,9%) menimbulkan edema masing-masing sebesar 1,63 cm³ dan 3,05 cm³. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa kelompok perlakuan I, II, III, dan kontrol (+) berbeda secara bermakna dengan kontrol (-), sedangkan kelompok perlakuan IV tidak berbeda secara bermakna dengan kontrol (-). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa infus batang brotowali dapat menimbulkan efek antiinflamasi pada dosis 0,144 mg/gBB, 0,288 mg/gBB dan 0,576 mg/gBB.

    Kata-kata kunci = antiinflamasi, infus, Tinospora crispa (L) Miers, edema, tikus putih

  • Profil Penderita Tuberkulosis Paru Dewasa dengan Riwayat Vaksinasi BCG pada Delapan Puskesmas Terpilih di Banjarmasin
    Ahmad Hidayat, Mohammad Isa, Lisda Hayatie
    Abstrak
    Bagian Ilmu Penyakit Paru FK-Unlam/RSUD Ulin Banjarmasin, Bagian Parasitologi FK-Unlam

    Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi neokrotik, kronik dan sistemik yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang bermanifestasi berbeda-beda dengan penyebaran ke dalam tubuh melalui saluran nafas, getah bening, pencernaan dan dapat langsung menyerang organ tubuh. Pemberian vaksin BCG bertujuan meningkatkan peranan sel makrofag  dalam imunitas protektif, tetapi daya tahan yang ditimbulkan oleh vaksin BCG bersifat tidak absolut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jumlah, prosentase dan gambaran penderita TB paru yang telah mendapat imunisasi BCG.  Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif.  Subyek penelitian adalah penderita rawat jalan dalam rentang waktu penelitian 1 Maret – 30 Juni 2004, dengan jumlah 35 orang responden dari delapan Puskesmas terpilih pelaksana Program Penanggulangan Tuberkulosis di Banjarmasin dengan diagnosis TB paru. Penelitian dilakukan dengan wawancara langsung terhadap subyek penelitian. Hasil penelitian dari 35 responden terdapat 12 orang responden (34,2%) memiliki riwayat imunisasi BCG dan pada kelompok tersebut scar pada lengan muncul 11 orang responden (91,7%).  Gambaran penderita TB yang mendapat imunisasi BCG terdapat 11 orang penderita TB (91,7%) tergolong status gizi kurang. Disamping itu, 9 orang penderita TB (75%) berupa kasus baru dan pemeriksaan dahak dengan hasil BTA positif ditemukan pada 11 orang penderita TB (91,7%).

    Kata-kata kunci = tuberkulosis paru, program penanggulangan tuberkulosa, imunisasi BCG

  • Kadar Timbal (Pb) Urin Murid Sekolah Dasar di SDN Hamalau 1 dan SDN Bayur Kandangan
    Noer Komari, Azidi Irwan
    Abstrak
    Program Studi Kimia Fakultas MIPA Unlam

    Telah dilakukan penelitian penentuan Pb urin murid SDN Hamalau I dan SDN Bayur Kandangan. Sampel urin 24 jam diambil dari murid kelas 4-6 pada lokasi ramai kendaraan (740 unit/jam) sebanyak 30 anak dan pada lokasi sepi kendaraan (kurang dari 20 unit/jam) sebanyak 30 anak. Untuk membandingkan kandungan Pb di udara sekitar lokasi, maka sampel udara juga diambil pada kedua lokasi tersebut. Kadar Pb urin dan Pb udara ditentukan dengan AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar Pb urin pada lokasi sepi rata rata 0,0540 ppm. Kadar tersebut masih di bawah ambang batas, sedangkan Pb urin pada lokasi ramai rata rata 0,1820 ppm, dan kadar tersebut di atas ambang batas yang telah ditetapkan yaitu sebesar 0,065 ppm. Pb udara pada lokasi sepi tidak terdeteksi, sedangkan pada lokasi ramai  sebesar 2,148 µg/m³. Kadar tersebut masih  di bawah ambang batas yaitu sebasar 30-60  µg/m³.   

    Kata-kata kunci = timbal, Pb udara, urin 24 jam

  • Analisis Korelasi Pearson antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kapasitas Vital (KV) Paru-paru
    Ihya Ridlo Nizomy, Didik Dwi Sanyoto, Taufiq Rahman
    Abstrak
    Bagian Fisiologi FK-Unlam, Bagian Anatomi FK-Unlam

    Salah satu indikator yang digunakan untuk mengetahui lemak tubuh adalah IMT (Indeks Massa Tubuh). Spirometri adalah salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui fungsi sistem respirasi. KV (Kapasitas Vital) sebagai salah satu hasil rekam spirometri dapat digunakan untuk mengetahui fungsi sistem respirasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan KV paru-paru pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Unlam yang berusia 17 sampai 20 tahun. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dibagi menjadi 2 tahap, yaitu: (1) pengukuran IMT, (2) Pengukuran KV dengan spirometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara IMT dengan KV dengan tingkat kekuatan moderately to farly relationship (r < 0,5). Pada IMT normal, peningkatan IMT menyebabkan peningkatan KV.

    Kata-kata kunci = korelasi indeks massa tubuh, sistem respirasi, kapasitas vital

  • Kebutuhan Pelayanan Konsultasi Gizi Pasien Pasca Rawat Inap di RSUD Ulin Banjarmasin
    Alfian Yusuf , Rijanti Abdurrachim, Sri Wahyuni Mulyana
    Abstrak
    Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Banjarmasin, Instalasi Gizi RSUD Ulin Banjarmasin

    Aktivitas pelayanan konsultasi gizi di RSUD Ulin Banjarmasin lebih banyak diberikan terhadap pasien rujukan dokter RSUD Ulin dan rujukan luar, hanya sebagian kecil atas keinginan sendiri. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kebutuhan pelayanan konsultasi gizi dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengannya. Metode penelitian adalah observasional menggunakan kuisioner dengan rancangan cross sectional. Subyek penelitian 100 pasien pasca rawat inap di RSUD Ulin Banjarmasin. Data dianalisis dengan uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54% pasien termasuk kategori kebutuhan pelayanan konsultasi gizi rendah. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kebutuhan pelayanan konsultasi gizi adalah tingkat pendidikan, keseriusan yang dirasakan, manfaat dan rintangan yang dirasakan, status bayar dan kelas keperawatan. Tingkat pendidikan dan kelas perawatan merupakan variabel yang paling berhubungan dengan kebutuhan pelayanan konsultasi gizi. 

    Kata-kata kunci = kebutuhan, pelayanan konsultasi gizi, pasien pasca rawat inap

  • Risiko Penyakit Jantung Koroner pada Wanita Pemakai Pil Kombinasi: Tinjauan terhadap LDL Plasma dan Pembentukan Radikal Bebas
    Adenan
    Abstrak
    Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat FK-Unlam

    Pil kontrasepsi mengandung progesteron dan estrogen atau progesteron saja, misalnya  levonogastrel dan etinil estradiol. Metabolisme kedua senyawa sintetik ini menyebabkan pembentukan radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas tersebut dapat menyebabkan kerusakan sel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemakaian pil kombinasi terhadap peningkatan pembentukan radikal bebas dan LDL. Penelitian ini bersifat observational yang dilakukan secara cross-sectional. Jumlah sampel yang digunakan 50 orang terdiri dari 35 orang wanita akseptor dan 15 orang wanita non akseptor yang berada di wilayah Puskesmas Banjarbaru. Aktivitas katalase, kadar dikarbonil, dan LDL total diukur dengan menggunakan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan kadar LDL, aktivitas katalase dan senyawa karbonil untuk wanita non akseptor secara berurutan adalah 98,34±29,79 mg/dL, 75,485±11,723% dan 16,085±9,168 μM. Sementara itu rerata kadar LDL, aktivitas katalase dan senyawa karbonil untuk wanita akseptor adalah 109,80±42,58, 60,471±30,210% and 52,906±37,963 μM. Data diuji menggunakan uji-t beda 2 rata-rata. Hasil uji-t menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna (p > 0,05) pada kadar LDL, aktivitas katalase dan konsentrasi senyawa karbonil antara wanita akseptor dan non akseptor. Hal ini berarti bahwa pil KB tidak mempengaruhi kadar LDL dan aktivitas radikal bebas.

    Kata-kata kunci = LDL, aktivitas katalase, senyawa dikarbonil, pil kontrasepsi

  • Hubungan Kadar Senyawa Dikarbonil dan Tirosin Perasan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) pada Reaksi Glikosilasi In Vitro
    Noor Hartini, Mashuri, Eko Suhartono
    Abstrak
    Bagian Kimia/Biokimia FK-Unlam

    Reaksi glikosilasi adalah reaksi antara gugus amina protein dengan gugus aldehid glukosa, yang dapat memodifikasi protein menjadi senyawa dikarbonil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar senyawa dikarbonil dan tirosin setelah pemberian perasan buah belimbing wuluh pada reaksi glikosilasi in vitro. Penelitian ini menggunakan tiga kelompok larutan yang diinkubasi pada suhu 37°C dan dilakukan pengukuran setiap 2 hari selama 20 hari. Larutan I terdiri atas bovine serum albumin (BSA) 30%, buffer fosfat pH 7,4, dan akuades. Larutan II terdiri atas BSA 30%, buffer fosfat pH 7,4, akuades, dan glukosa. Larutan III terdiri atas BSA 30%, buffer fosfat pH 7,4, glukosa dan perasan belimbing wuluh 25%. Absorbansi senyawa dikarbonil diukur pada λ = 390 nm dengan metode Dinitro Phenyl Hidrazin (DNPH) yang dimodifikasi, sedangkan absorbansi tirosin diukur pada λ = 470 nm. Model pembentukan senyawa dikarbonil, pada larutan III mengikuti persamaan y = 0,4938x – 0,5003 dengan r² = 0,9151. Model degradasi tirosin pada larutan III mengikuti persamaan y = -0,1163x + 1,3111 dengan r² = 0,9647. Korelasi antara absorbansi senyawa dikarbonil dengan absorbansi tirosin setelah pemberian buah belimbing wuluh bernilai negatif yang berarti setiap pembentukan senyawa dikarbonil akan diikuti penurunan kadar tirosin.

    Kata-kata kunci = Averrhoa bilimbi Linn., glikosilasi, senyawa dikarbonil, tirosin

  • Identifikasi Zat Pewarna pada Makanan dan Minuman di Pasar Wadai Ramadhan 1426 H Pemkot Banjarbaru
    Lingga Surya Kusumah, Iskandar, Hasrul Nazar, Antonius Arifin, Tenno Ukaga, Ruth Angelina Siregar
    Abstrak
    Mahasiswa FK-Unlam

    Zat pewarna ialah zat tambahan pada makanan yang mengubah atau mempengaruhui warna asli makanan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis zat pewarna pada makanan dan minuman pasar Wadai Ramadhan kota Banjarbaru. Penelitian belah lintang dilakukan pada 50 sampel makanan dan minuman. Analisa zat warna menggunakan metode spot test. Terdapat 42% zat warna yang dilarang dan 58% zat warna yang diizinkan pada sampel yang diambil. Zat warna yang dilarang terdiri atas Tartrazine, Rose Bengal, Malachite Green, Light Green SF, dan Sudan G. Penggunaan zat warna pada makanan di pasar wadai Ramadhan perlu mendapat perhatian khusus.

    Kata-kata kunci = zat pewarna, makanan, minuman, metode spot test

  • Penghambat Enzim Siklooksigenase-2 sebagai Perspektif Baru dalam Pencegahan Kanker Payudara
    Mohammad Bakhriansyah
    Abstrak
    Bagian Farmakologi FK-Unlam

    Kanker masih merupakan masalah kesehatan di negara industri dan berkembang. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memprediksikan bahwa angka kematian karena kanker akan terus meningkat setiap tahunnya, termasuk kanker payudara. Di Indonesia, kanker merupakan peringkat keenam penyebab kematian. Masalah utama yang dihadapi untuk mengatasi kanker adalah banyaknya jumlah penderita dan besarnya biaya pengobatan. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pencegahan primer, penemuan dini dan teknik pengobatan yang tepat. Diantara molekul pengatur yang telah diketahui menjanjikan untuk kemopreventif kanker payudara adalah siklooksigenase-2 (COX-2). Kelebihan ekspresi COX-2 dan sintesis prostaglandin E2 memperantarai transformasi sel epitel neoplasma dengan meningkatkan laju proliferasi, resistensi terhadap apoptosis dan penyebaran. Jadi penghambat siklooksigenase-2 dapat dijadikan alternatif pencegahan pada kanker payudara.

    Kata-kata kunci = penghambat siklooksigenase-2, kanker payudara, apoptosis, proliferasi, metastase

  • Peran Fitoestrogen pada Kedelai (Glycine Max) dalam Mengurangi Risiko dan Menghambat Kanker Paru pada Wanita Postmenopause
    Ahmad Rahmawan, Insanul Kamilah
    Abstrak
    Mahasiswa FK-Unlam

    Genistein merupakan salah satu senyawa flavonoid turunan isoflavon yang banyak ditemukan pada kedelai (Glycine max). Genistein memiliki struktur kimia yang hampir sama dengan estrogen, sehingga genistein mampu memerankan sebagian besar fungsi estrogen. Dengan demikian genistein disebut juga senyawa fitoestrogen. Beberapa penelitian membuktikan genistein memiliki beberapa sifat yang menguntungkan, misalnya sebagai antioksidan, antiangiogenik, dan beberapa fungsi lain terutama yang berkaitan dengan penurunan risiko kanker. Salah satu contoh kanker yang aktivitasnya dapat dihambat oleh genistein adalah kanker paru. Kanker paru merupakan jenis keganasan yang banyak menyerang wanita, terutama bagi wanita yang telah mencapai tahap postmenopause dengan status perokok aktif. Salah satu penyebab rentannya wanita postmenopause terkena kanker paru adalah menurunnya produksi estrogen endogen yang diketahui mampu menghambat proliferasi sel kanker akibat senyawa karsinogen dalam asap rokok. Dengan demikian, diet makanan yang mengandung genistein perlu untuk menggantikan fungsi estrogen yang berkurang, sehingga risiko kanker paru dapat ditekan.

    Kata-kata kunci = genistein, kedelai, fitoestrogen, kanker paru, postmenopause

  • Potensi Hewan Spons (Porifera) sebagai Obat Anti HIV
    Nina Mulyani, Eko Suhartono
    Abstrak
    Bagian Kimia FK-Unlam

    Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) adalah penyakit yang ditandai oleh adanya kelainan yang kompleks dari sistem pertahanan seluler tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). Penyakit AIDS mempunyai angka mortalitas yang sangat tinggi dan sampai sekarang belum ditemukan terapi yang efektif. Oleh sebab itu, penelitian-penelitian untuk menemukan obat anti-HIV baru yang lebih efektif terus dilakukan. Saat ini, para peneliti telah berhasil menemukan senyawa-senyawa bioaktif yang bersifat sebagai anti-HIV. Beberapa senyawa tersebut berasal dari hewan spons. Senyawa-senyawa tersebut antara lain batzelladine yang dihasilkan oleh Batzella sp, crambescidin dari Crambe crambe, adociavirin yang dihasilkan oleh Adocia sp, serta petrosin dan petrosin A dari Petrosia similis. Mekanisme batzelladine dan crambescidin sebagai anti-HIV yaitu dengan menghambat proses fusi antara HIV dan sel Th. Senyawa batzelladine mampu menghambat interaksi antara gp120 dan reseptor CD4. Senyawa analog batzelladine dan crambescidin dapat menghambat interaksi protein Nef HIV dengan p53, aktin, dan p56. Senyawa adociavirin menghambat proses pelekatan HIV-sel Th dengan mengikat reseptor CD4 dan juga gp120. Selain itu, adociavirin mampu menghambat aktivitas reverse transcriptase virus. Petrosin dan petrosin A dapat menghambat replikasi HIV-1 dengan menghambat enzim reverse transcriptase.

    Kata-kata kunci = adociavirin, batzelladine, crambescidin, spons anti-HIV

Back