Berita

Berita
Kamis, 11 Juni 2015, 12:10 WIB

TERHITUNG DARI SEKARANG FAKULTAS KEDOKTERAN MEMPUNYA WEB YANG BARU www.fk.unlam.ac.id

UNTUK INFO BERITA, KEGIATAN, PENGGUMUMAN, DAN LAIN SEBAGAINYA SILAHKAN MENGUNJUNGI WEBSITE KAMI YANG BARU.

Berita
Senin, 13 April 2015, 9:13 WIB

Setidaknya ada 53 orang program regular dan 16 orang non regular (D3 ke S1) yang dilepas. dari jumlah lulusan itu sudah ada 10 orang yang telah bekerja sebagai tenaga pengajar atau dosen di PSKM Fakultas Kedokteran Unlam dan sejumlah institusi pelayanan kesehatan dan pendidikan di kalimantan selatan.

Lulusan terbaik pada periode ini diraih oleh Aprizal Satria Hanafi yang berasal dari kalimantan selatan dengan IPK 3.99. di ungkapkan Dekan Fakultas kedokteran Unlam Prof DR dr H Ruslan Muhyi Sp A (K) setelahyudisium mahasiswa akan dikukuhkan sebagai sarjana kesehatan masyarakat dengan gelarSKM dalam acara wisuda Unlam.

" Pada hakekatnya tidak lama lagimereka akan menghadapi tugas dan memasuki madrasah pendidikan yang sesungguhnya di masyarakat. masyarakat adalah institusi pendidikan yang sebenarnya, yang hakiki, yang selektif dan kritis dalam memberikan citra terhadap para lulusan," ucapnya.

Sementara Rektor Unlam Prof Dr Sutarto Hadi M.Si M.Sc diwakili oleh wakil rektor 1 Dr Ahmad Alim Bahri SE M.Si berharap, para wisudawan dan wisudawati tidak berhenti sampai disini dalam mengikuti proses pendidikan, pasalnya proses pendidikan merupakan kegiatan bberkelanjutan, selama jiwa masih dikandung raga.

"Proses pelepasan dan wiwisuda bagi seorang sarjana merupakan babak awal untuk memulai mengaplikasian ilmu pengetahuanteknologi, pengalaman dan keterampilan yang diperolehnya di bangku kuliah," ucapnya.
 

Berita
Kamis, 09 April 2015, 10:10 WIB

Zairin Noor Helmi resmi dikukuhkan sebagai guru besar pada kamis(19/3). Ia menyandang gelar professor dalam bidang nanobiologi. Siapa sebenarnya sosok Zairin ? Prof Dr dr Zairin Noor Helmi SpOT (K) MM adalah guru besar pada fakultas kedokteran universitas lambung mangkurat. Zairin lahir di Banjarmasin, 20 November 1961. Ia adalah anak kedua dari lima bersaudara anak pasangan Helmi Nasroen (alm) dan Siti Nurbaya.

Ayah beliau adalah seorang pejuang tentara berpangkat terakhir sersan mayor. Namun setelah Indonesia merdeka tahun 1945 , ayah beliau dikaryakan di dinas kehewanan yang saat itu baru berdiri. Setelah dikaryakan Helmi Nasroen kemudian menjadi mantri hewan di kandangan.

Untuk urusan pendidikan Zairin kecil hingga kelas 1 SMA menghabiskan waktunyadi Banjarmasin. Ia bersekolah di SMA 2 Banjarmasin, ketika naik kelas 2, Zairin pindah ke Bandung, disana ia bersekolah di SMA 13 Cimindi, Bandung.

Setelah lulus SMA , suami dari Dr dr Nia Kania SpPA (K) ini kemudian kuliah di fakultas kedokteran universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung. Tahun 1987, ia berhasil lulus menjadi dokter. Pada 9 April 1988 , Zairin menikah dengan Nia Kania , Nia Kania adalah anak dosen beliau di FK UNPAD. Zairin dan Nia memiliki 3 anak yakni, Reniere Gustian Noor (Bandung, 15 Agustus 1989), Egi AgfiraNoor ( Bandung, 29 Oktober 1991), dan Dede Meratus (Kandangan, 29 Maret 2008).

Pada 1988-1990, beliau menjadi dokter umum PNS pusat di bagian bedah dan orthopaedi  RS Ulin. Kemudian pada 1990-1995 menempuh pendidikan spesialis orthopaedi  di Unpad. Tahun 1995-1997 ia kembali ke Banjarmasin menjadi ahli bedah orthopaedi.

Semasa menjalani pendidikan spesialis, Zairin mendapatkan dua kesempatan emas belajar di luar negeri, pertama di Kwangju Universiti Hospital Korea tahun 1994 kedua di National University Hospital Singapura tahun 1995, pada tahun 1997-1998 beliau kembali melanjutkan pendidikan Sub Spesialis/Konsultan Spine Bedah Tulang Belakang di FK UI.di sana beliau di bombing oleh Prof Dr Subroto Sapardan SpB SpOT,. Pada kesempata itu juga ia dikirim untuk belajar dan praktik di University Hospital State of newYork-Syracuse, USA.

Dan pada tahun 1999 beliau kembali mengabdi di Banjarmasin sebagai dosen dan juga  tenaga medis, di Banjarmasin , pada 2001-2003 kembali belajar, melanjutkan pendidikan S2 Magister Manajemen di Unlam.

Selanjutnya untuk pendidikan S3 diselesaikan Zairin pada 2011 di pascasarjana S3 program Biomedical Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya,  Zairin lulus dengan predikat cumlaude sengan waktu 2 tahun 3 bulan, selama disana ia dibimbing oleh promoter Prof Sutiman B Sumitro, Penelitian S3 ia jalani di Nagoya University Departement Nanobiology.  

Saat ini Zairin adalah Wakil Dekan 1 FK Unlam , ia juga aktif disejumlah organisasi diantaranya Indonesian Orthopaedic Association, Spine Section of Indonesian Orthopaedic Association,Pedicle Club Indonesia, Indonesia Spine Society, dan Asean Orthopaedic Association serta sejumlahorganisasi lainnya.

Untuk pertemuan nasional, ada 117 pertemuan di sejumlah daerah yang diikuti, pertemuan internasional juga diikuti Zairin di bernagai Negara Asean, Eropa, dan Amerika, tercatat Zairin telah mengikuti 74 pertemuan internasional baik sebagai pembicara maupun peserta.

Selain sebagai tenaga medis, beliau juga mengajar di beberapa prodi diantaranya S2 PSKM FK Unlam dan S3 Prodi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Unlam. Di Universitas Brawijaya, Zairin juga didaulat sebagai dosen tamu, sementara di Unpad is menjadi dosen luar biasa, Zairin juga ketua International American Academic Orthopaedy Society, ia juga penguji National Board Exam.

Sebagai akademisi, Zairin merupakan seorang penulis yang produktif. Ada 8 buku yang ia tulis sejak 2001 sampai sekarang. Ia juga reviewer sejumlah jurnal international dan juga editorial board di beberapa jurnal. Jurnal yang pernah di buat Zairin ada 9 untuk jurnal nasional sementara untuk jurnal internasional ada 22 yang sudah ia tulis. “ Menulis itu sudah kewajiban, apalagi sudah menjadi guru besar, seperti ada tanggung jawab moral.” Katanya saat ditemui di kediamannya, jalan Sultan Adam  Banjarmasin, baru baru tadi.

Dikukuhkannya Zairin sebagai guru besar membuat ‘amunisi’ guru besar di FK Unlam bertambah. Zairin adalah guru besar FK Unlam kedua setelah Prof Dr dr Ruslan Muhti, Zairin juga menambah daftar guru besar Unlam . “Idealnya guru besar dalam satu universitas ada 10 % tapi kita msih 3 % “, ujarnya

 

Pengumuman
Rabu, 08 April 2015, 9:45 WIB


kepada para mahasiswa profess fakultas kedokteran prodi pendidikan dokter, uji kompetensi CBT dan OSCE Periode pendaftaran ujian periode Mei 2015 adalah 10 - 26 April 2015, bagi yang ingin mendaftar silahkan melengkapi persyaratan dengan menghubungi bagian akademik, atau info lebih jelas hub bagian labcom di gedung perpustakaan. 
Link : http://pnukmppd.dikti.go.id/index.php/pendaftaran-ujian